Bab 4

                      MAHKLUK HIDUP dan LINGKUNGANNYA

 

Kehidupan semua makhluk hidup dapat berlangsung karena adanya dukungan  dari lingkungan sekitarnya. Hubungan tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Hubungan khas antar makhluk hidup seperti ini disebut simbiosis.

A. Hubungan Antarmakhluk Hidup

       Antarmakhluk hidup. Ada hubungan yang saling menguntungkan dan ada pula hubungan yang tidak saling menguntungkan. Untuk lebih memahaminya, perhatikan uraian berikut ini.

a. Simbiosis Mutualisme

Kamu tentu pernah melihat seekor lebah yang sedang hinggap di atas bunga untuk menghisap madu. Pada waktu lebah hinggap di bunga kaki-kaki lebah menyentuh serbuk sari bunga sehingga kaki yang ditempeli serbuk sari tersebut akan menempel pada putik apabila lebah bergerak di sekitar bunga. Serbuk sari kemudian bertemu dengan putik maka terjadilah penyerbukan.

Setelah terjadi proses penyerbukan maka terjadilah proses pembuahan. Kerjasama yang terjadi antara bunga dan lebah ini disebut simbiosis mutualisme. Contoh lainnya adalah burung jalak yang memakan kutu di punggung kerbau.

b. Simbiosis Parasitisme

Ada kalanya hubungan antarmakhluk yang satu diuntungkan dan yang lainnya dirugikan. Pernahkah kalian melihat tanaman tali putrid melilit pada tanaman pagar? Bagaimanakah keadaan induk tanaman tersebut? Apakah mereka dapat tumbuh subur? Dapatkah kamu menjelaskannya? Hubungan antar makhluk hidup yang salah satunya dirugikan disebut simbiosis parasitisme. Contoh lainnya dapat kamu temukan pada pohon mangga yang ditempeli benalu. Benalu termasuk tumbuhan parasit, benalu hidup pada tumbuhan atau makhluk hidup lain sehingga merugikan makhluk hidup yang

ditumpanginya. Tumbuhan yang ditumpangi benalu disebut tumbuhan inang.

c. Simbiosis Komensalisme

Hubungan antarmakhluk hidup dimana yang satu diuntungkan sedang yang lainnya tidak diuntungkan atau dirugikan disebut simbiosis komensalisme. Misalnya ikan hiu dengan ikan remora. Pada saat ikan hiu memperoleh makanan sisa-sisa makanan tersebut dimakan oleh ikan remora. Ikan remora mendapatkan keuntungan dari ikan hiu. Sedangkan ikan hiu tidak dirugikan dengan keberadaan ikan remora.

B. Hubungan Antara Makhluk Hidup dengan Lingkungannya

Suatu jenis burung yang buas memangsa ulat di pohon secara tidak langsung membantu tumbuhan yang daunnya menjadi makanan ulat. Apabila burung pemangsa jumlahnya berkurang maka jumlah ulat semakin banyak dan tumbuhan yang menjadi makan ulat menjadi berkurang. Dengan demikian, secara tidak langsung antara burung

dengan tumbuhan terdapat bentuk saling ketergantungan. Pernahkah kamu melihat

cacing tanah atau lubang di dalam tanah sehingga udara dapat masuk ke dalam rongga-rongga tanah? Kotoran cacing tanah akan menjadi humus yang diperlukan bagi

tumbuhan. Sementara, daun-daun tumbuhan yang berjatuhan dan membusuk menjadi bahan makanan cacing tanah. Contoh di atas menunjukkan hubungan makhluk

hidup dengan lingkungannya. Hubungan ini disebut ekosistem. Tikus yang ada di sawah memakan padi. Semakin banyak jumlah tikus semakin banyak pula padi yang dimakan oleh tikus. Namun demikian, terdapat hewan yang terbiasa memakan tikus misalnya ular sawah. Ular sawah dapat mengurangi hama tikus. Makin banyak ular sawah maka makin berkurang populasi tikus sehingga hama berkurang. Hal ini tentu sangat menguntungkan petani yang menanam padi.

Rantai Makanan

Hubungan saling ketergantungan antar makhluk hidup dapat berupa hubungan makan dan dimakan. Hubungan ini akan membentuk rantai makanan.

Misal:

Rumput dimakan oleh belalang. Kemudian belalang yang memakan rumput akan dimakan oleh ular. Selanjutnya ular akan dimakan oleh elang. Peristiwa saling memakan tersebut merupakan bentuk interaksi antar makhluk hidup. Pada peristiwa makan dan dimakan tersebut, rumput berperan sebagai produsen karena dapat membuat makanannya sendiri. Kemudian, belalang yang memakan rumput disebut konsumen tingkat I. Ular yang memakan belalang disebut konsumen tingkat II, sedangkan elang yang memakan ular disebut konsumen tingkat III. Belalang, ular, dan elang tidak dapat membuat makanan sendiri sehingga disebut konsumen.

Apabila elang mati dan membusuk akan menjadi humus yang menyuburkan tanah sehingga rumput akan tumbuh subur. Semua makhluk hidup yang mati apabila tidak dimakan oleh makhluk hidup yang lain akan diuraikan oleh bakteri atau jamur. Bakteri atau jamur disebut pengurai. Hasil penguraian tersebut bermanfaat bagi tumbuhan sebagai zat hara.

Jaring-Jaring Makanan

Dalam kehidupan sehari-hari, peristiwa makan dan dimakan tidak sesederhana seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Rumput sebagai produsen tidak hanya dimakan oleh belalang saja, tetapi juga dimakan oleh burung dan hewan lainnya. Ular tidak hanya memakan katak saja tetapi juga memakan tikus, ayam, dan hewan lainnya. Sekumpulan rantai makanan ini saling berhubungan satu dan yang lainnya memben tuk jaring-jaring makanan.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s